Gigi Putih? Apa Rahasianya?

Gigi

Gigi
Gigi

Gigi Putih? Apa Rahasianya?-Gigi adalah bagian terkeras dalam rongga mulut dan merupakan organ pencernaan mekanis.

Gigi tumbuh pada rahang atas dan rahang bawah yang berpasangan atau simetris kiri dan kanan. Gigi yang utuh memiliki bagian mahkota, leher dan akar.  Mahkota gigi adalah bagian yang menjulang diatas gusi yang dapat kita lihat. Tonjolan runcing ataupun tumpul pada mahkota gigi disebut dengan cusp. Bagian leher adalah bagian yang di kelilingi gusi, sedangkan akar gigi adalah bagian terdalam dari gigi yang tertanam di dalam tulang rahang dan dikelilingi oleh jaringan periodontal.

Warna Gigi

Perubahan warna gigi terjadi selama atau setelah pembentukan enamel dan dentin. Beberapa perubahan warna muncul setelah erupsi gigi. Perubahan warna alami gigi pada permukaan atau perubahan ke dalam struktur gigi. Perubahan warna gigi juga dipengaruhi oleh perubahan usia secara fisiologis, dan perbedaan jenis kelamin, malas menggosok gigi, bahan bahan makanan seperti Junk food, kopi, rokok, bir, teh, permen karet, alkohol, makanan manis.

Gigi Putih? Apa Rahasianya?

Salah satu komponen penting dalam pemutihan gigi adalah Sodium Floride. Sodium Fluoride diabsorpsi oleh tubuh lalu digunakan oleh sel untuk membuat gigi lebih kuat, sehingga email gigi menjadi tidak rusak. Fluoride akan teringesti oleh manusia, diabsorpsi utamanya melalui lambung dan usus menuju ke peredaran darah. Fluoride melalui peredaran darah akan terdistribusi ke seluruh, tetapi utamanya menuju ke sel sel reseptor di daerah gigi, membantu pengembangan akar gigi, di mana ada interaksi pembentukan kristal yang menginisiasi pergantian hydroxyapatite ( Kristal pembentuk enamel gigi normal ) dengan fluorapatite ( Kristal yang berkaitaan dengan fluoride yang bekerja mirip dengan hydroxyapatite ). Fluorapatite lebih resisten terhadap gigi berlubang daripada hydroxyapatite ). Dengan adanya fluorapatite, kelarutan dari enamel pada asam menjadi turun. Hal ini membuat dentin dan enamel gigi lebih tahan terhadap asam, plaque pada gigi hilang, dan mengurangi aktivitas metabolisme bakteri kariogenik dalam metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan asam dan polisakarida adhesif yang diperlukan untuk berkolonisasi pada permukaan gigi.

Fluoride yang digunakan secara topikal, dengan menggunakan konsentrasi yang kecil secara berkala, mampu mempercepat pertumbuhan dari kristal enamel disertai pengurangan demineralisasi dengan menginisiasi reminalisasi pada gigi yang sudah rusak akibat asam.  Kristal yang semakin besar akan semakin  mudah terkena asam.

Fluoride dalam Tubuh

Fluorida turun drastis dalam jangka menit setelah penggunaan produk. Residu yang ada masih membantu remineralisasi dari jaringan keras pada gigi. Studi dari Cate J tahun 2013 menunjukkan bahwa dari 0,03 ppm hingga 0,11 ppm memberikan 73% reduksi skor kares atau 64% reduksi karies pada dentin. Jumlah fluoride pada rongga mulut akan rendah seiring dengan fluoride yang sudah diabsorpsi gigi, plaque, dan mucosa, melalui ekskresi melalui mulut, cuci mulut, dan proses penelanan. Karena keterbatasan jumlah fluoride yang tertinggal di mulut, maka pertumbuhan bakteri dan metabolismenya terbatas hanya 10 ppm fluoride. Fluoride yang sebenarnya berfungsi sebagai antimikrobia  tidak akan efektif untuk tujuan ini. Ada peran dari bahan lain seperti ion fluoride, pengawet, surfaktan dan beberapa bahan lainnya lebih efektif untuk antimikrobia.

Bahan lainnya

Ada pula bahan lainnya seperti Hydrated Silica berguna untuk membantu menghilangkan stain dan plaque dan mempolish gigi, bahan ini dapat mungkin abrasiv tanpa merusak enamel atau dentine yang terpapar. Ada pula bahan Sodium Hydroxide bekerja sebagai basa yang menetralkan pH yang rendah yang dihasilkan oleh bakteri penghasil plaque dan membuatnya mudah untuk dibuang, Sodium Methyl Cococyl Taurate, sebagai surfaktan atau menurunkan tegangan permukaan sehingga memudahkan agar bahan bisa berpenetrasi baik ke jaringan maupun gigi itu sendiri, Cocamidopropyl Betaine sebagai bahan untuk menjaga busa dan menstabilisasi pasta juga membantu menstabilkan surfaktan, bahan ini biasa dicampur dengan surfaktan utama.

Bagaimana menurut hasil studi?

Studi menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi Sodium Fluoride tidak akan memberi efek terapeutik yang berarti pada gigi. Penambahan Sodium Fluoride melebihi batas tidak akan memberi efek terapi. Studi dari Cate J. pada tahun 2013 menunjukkan bahwa pasta dengan 1000 ppm – 1500 ppm fluoride akan memberi 23% penurunan karies gigi dibandingkan dengan pasta gigi tanpa fluoride. Angka ini akan naik hingga batas tertinggi 2500 ppm atau 0,25% fluoride dengan penurunan sebesar 36% angka karies gigi. Untuk pasta gigi dengan fluoride di bawah 1000 ppm tidak menunjukkan adanya efek berarti dalam penurunan karies gigi.

Apa yang harus dilakukan?

Gigi Putih? Apa Rahasianya? Gunakan produk produk yang memiliki kandungan utama Fluoride, selain itu bantu perkuat gigi anda dengan konsumsi bahan yang tinggi akan Kalsium agar gigi anda lebih kuat ! Hidup Sehat Kini dan Nanti

Share ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *